Jumat, 08 Mei 2020

Teruntuk Sahabat

Sahabat ...
Kita memiliki masalah yang berbeda-beda
Sifat yang berbeda-berbeda

Tenaga fikiran telah kita keluarkan demi masa depan
Harapan mungkin menjadi salah satu harapan untuk kita dalam melakukanya

Ingatlah, kemanapun engkau terbang
Langit manapun yang akan ku jelajahi
Beribu orang yang akan kau temui
Atau kau hanya akan menemukan orang yang sama

Kau mempunyai masa lalu yang indah bukan karena harta, bukan karena benda, tapi karena jiwa kita telah terikat oleh waktu di tempat itu, waktu itu, masa itu, dimana pikiran mu masih butuh kebahagiaan

Kesulitan kita memang begitu menidih hati
Segala upaya terkadang telah kita lakukan
Sampai rasanya jiwa ini tertindik oleh beratnya bumi, atau merasa kita seperti sampah yang tiada arti

Memang tidak mudah yang kita jalani
Hinaan bahkan cacian sudah seperti makanan sehari-hari
Diremehkan, menjadi porsi setiap detik

Ingin rasanya menjerit ketidakadilan
Betapa beratnya beban yang dipangku

Aku takut bukan karena beban yang kita emban
Tapi, aku takut kita hancur karena sebuah pilihan

Hidup kita terus berjalan, waktu tak mau berhenti walau satu detik, begitu juga hukum alam telah memberikan kita pelajaran

Pesan ku wahai sahabat ...

Seberapa besar beban mu
Seberapa besar kesedihan mu
Seberapa batin ingin berteriak merindukan kebebasan

Ingatlah tenangkan dirimu
Karena semakin kau mendapat cobaan
Bukan berarti engkau semakin hina tapi engakau sedang menjalani proses kemenangan

Jangan fikirkan waktu dirimu menerima hasil
Karena hasil tidak pernah berbohong
Karena kita melakukanya dengan do'a dan tuntunanya ...

Salam sahabat mu "hasbayny"

Sabtu, 02 Mei 2020

PULANG KAMPUNG



Pagi itu seorang kakek sedang bemenung "zain" namanya.

"Apa yang ada di fikiran ku, andaikan waktu berputar kembali aku tidak akan memilih pekerjaan ini, tidak akan meninggalkan keluarga." Zain seperti ingin mengetahui alasan semua kejadian dalam hidupnya.

Sembari melihat foto keluarga kecil yang terletak lesu diatas meja. Foto itu seperti sebuah album foto keluarga.
Kopi panas yang terletak diatas meja telah memberikan aroma khas kopi aceh meminta di sedu dengan sepenuh hati. Zain meminum, tanpa ia sadari air matanya menetes.
Rasa Kopi itu seperti membawanya ke sebuah titik cahaya, menyilaukan...

-------

"Ini dimana"
"Aku dimana"
Sesosok laki-laki muda datang dari arah depan zain, lalu tersenyum lebar kepadanya.

"Hai" bagaimana kabar mu.
Zain menatap dengan penuh keheranan ternyata laki-laki itu dirinya diusia muda, 22 tahun tepatnya.

"Kamu siapa" pertanyaan zain terucap terbatah-batah karena masih binggung.

Pertanyaan yang tidak dijawab membuat zain menjadi emosi, karena dia baru menyadari tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Dan aku dimana, kamu Siapa, kenapa aku tidak bisa bergerak, hei berhenti lelucon ini. Aku benci dengan semua ini, kenapa aku harus disini"
Anak muda hanya tersenyum

"Hei, cepat kenapa aku harus disini, aku ini adalah orang berpangkat, aku yang punya banyak perusahaan, cepat lepaskan, aku akan menuntutmu karena berani membuatku tak bergerak."
Tersenyum
"Jangan hanya tersenyum lepaskan Aku, aku akan membuatmu dipenjara, aku tidak peduli wajah kita mirip. Aku akan tetap memenjarakan mu, akan ku suruh pengacara ke sini, aku akan menuntut mu"

"Heiiiiiiiiiiii". Kemarahan itu berubah sedikit demi sedikit menjadi rintihan meminta tolong.

"Hei anak muda tolonglah Aku, aku ingin kembali, aku ingin bebas, aku ingin menghabiskan waktu tuaku bersama dengan keluarga ku, aku ingin.

 Tolonglah anak muda
Pemuda menatap wajah zain yang mulai tertunduk dan melepaskan air mata, wajahnya berubah.

"Anak muda aku mohon, lepaskan Aku. Aku ingin kembali. Aku ingin memperbaiki semuanya..."

Sosok anak muda menyentuh leher dengan lembut dan membisikkan sesuatu...

"Aku adalah dirimu, dan kamu adalah Aku".

Zain yang tertunduk menatap wajah anak muda dengan teduh dan penuh keheranan.

"Kamu adalah diriku ?"
"Iya"
"Kita dimana ?"
"..."
"Lalu ini semua untuk apa?, "
"Mengingatkan saudaraku"
"Apa ?"
"Kamu kesepian"

Zain langsung tertunduk dan menangis sekuat-kuatnya. Seperti ingin mencurahkan semua kesedihan yang dia pendam selama beberapa tahun ini.
 
" ada yang ingin kamu sampaikan saudaraku"
"Aku benci pekerjaan yang telah ku lakukan, meninggalkan keluarga, demi kesuksesan, aku benci, aku ingin mengulang waktu kembali, aku ingin"
Anak muda itu menyentuh tangan zain langsung seperti ada cahaya yang menampilkan penyebab kesedihannya seperti tampilan hologram.

"Apa ini"
"Kehidupan mu"
"Bolehkah aku mengulangnya ?"
"Tidak", sembari menggeleng kepala dengan lembut.
"Aku menyesal "
"Tidak ada yang perlu kamu sesali zain, lihatlah kehidupan mu, memilih pekerjaan, meninggalkan keluarga, memiliki jabatan, membantu orang lain, apa yang kamu sesali
"Aku ingin lebih banyak waktu dengan keluarga"
"Kamu memiliki banyak keluarga yang tanpa kamu sadari, kerabat, teman-teman, rekan kerja, bukan kah itu keluarga?, kamu tidak bisa menyesali apa yang terjadi zain"
"Tapi, aku iri dengan mereka yang menghabiskan waktu dengan keluarga"

"Karena setiap manusia memiliki perannya masing-masing, ketika kamu ingin mendapatkan sesuatu maka kamu akan melepaskan sesuatu"
"Aku harus bagaimana"
"kamu hanya perlu mencari tahu tujuan mu sesungguhnya diciptakan maka kamu akan paham seutuhnya inti kehidupan ini, kembalilah pada-Nya,"
"..."zain tertunduk dan terdiam seribu bahasa.

"Pembicaraan akan segera berakhir, ubahlah pemikiran mu, mulailah belajar bersyukur dan mengiklaskan "

"Saya akan kemana"zain bertanya heran dan dengan berlinang air mata.
"Tempat mu bukan disini wahai saudaraku, sampai bertemu lagi"
Anak muda itu menghapus air mata yang mengalir di pipi zain dan saat menutup mata seperti ada sekilas cahaya lampu.
-----
"Ayah sudah sadar", terdengar suara samar-samar dari anaknya zain.
Zain menangis dan berkata "Kita dimana sayang"
"Kita dirumah sakit Ayah, ayah tadi pingsan saat menyeduh kopi di rumah gadang. Kami langsung bawa kesini
"Bukankah kamu harus mengurus bisnis ayah di Jakarta".
"Ayah lebih utama"
"Ayah ingin kembali ke rumah gadang"
"Iya Ayah, kita akan kembali ke rumah gadang dan pusat bisnis ayah akan kita buat dekat dengan rumah gadang, agar kita bisa berkumpul"
Zain tersenyum dengan keikhlasan.
-----



Minggu, 14 April 2019

Kamu

Aku telah memilih kehidupan
Seribu pilihan telah ku sisihkan
Hingga aku percaya satu
*.Kamu.*

Siapapun kamu, itu pilihan ku
Tak perlu khawatir atau risau
Karena semua kemungkinan telah ku perhitungkan
Karena aku yakin kamu, adalah takdir ku

Kamu.
Aku takut bukan masalah mencintai
Karena hakekatnya adalah melepaskan

Kamu.
Memilih aku
Kamu harus melepaskan semua impian mu
Karena mulai detik itu
Mimpi kita akan menyatu
Ada yang menyatu seperti tubuh
Dan yang berhamburan dimakan waktu

.For Kamu.
By @halaban_i

Minggu, 07 April 2019

Ayam dan Magang



           Kampus bagi kami adalah dunia pembelajaran yang bagus,  bertemu dengan berbagai suku, budaya dan personal yang unik.  Kampus menyatukan mimpi dari semua kalangan tidak berdasarkan harta dan juga bukan berdasarkan keturunan.  Kampus adalah tempat mempersatu dan menyambung asa.

“ hei kay, bagaimana jualan ayamnya ? ” sahutku ke akay
“Lumayanlah tang, buat nambah uang sehari-hari.  Sekarang banyak tugas jadi banyak mengeluarkan uang tang”
“Iya, kay.  Kabar orangtua bagaimana ?”
“ Sehat, tang.  Kabar orang tua kamu tang ?”
“ Sehat, kay.  Aku duluan ya, mau ketemu dosen dulu”

            Kami berdua satu Prodi di sebuah perguruan tinggi negeri.  Semester 7 telah kami selesaikan, menyisakan semester 8 yang penuh dengan biaya dan perjuangan.  Magang adalah momok yang kami khawatirkan.  Kami harus magang ke Perusahaan untuk menambah ilmu dan menjadi bahan Tugas Akhir.  Magang menakutkan bukan karena proses belajarnya tapi terlebih masalah biaya yang dikeluarkan.  Kami telah berusaha menabung untuk bisa memenuhi biaya dengan bekerja sambil kuliah dengan berjualan ayam potong yang kami ambil dari mahasiswa prodi lain. 
--------
“ Kay, Sabtu kita jualan lagi ya, lumayan kuliah kosong.  Tadi aku sudah hubungi langganan kita.  200 ekor ayam sudah siap dipanen besok”

“iya tang, kita besok bertemu di tempat biasa ya”

“oke, kamu kenapa kay ?”

“aku binggung, tang.  Uang yang aku kumpulkan tidak cukup untuk biaya selama magang.  Biaya yang ada paling cukup untuk 1 bulan sedangkan magangnya 3 bulan.  Orangtua ku juga tidak ada uang.  Padahal waktunya tinggal 1 bulan lagi”

“Sudah kay, besok kita jualan dulu.  Jalan itu pasti ada kok”

“ oke-oke, besok ya habis shubuh”

            Aku meninggalkan akay menuju kos.  Sepanjang perjalanan aku memikirkan bagaiamana caranya kami mendapatkan uang yang cukup untuk magang selama 3 bulan diperusahaan.  Uang aku sendiri cukup karena uang penjualan ayam potong selalu ditabung, sedangkan akay menabung seperempat keuntungan penjualan tiga perempat mencukupi kebutuhan sehari-hari karena uang yang dikirimkan orangtuanya tidak cukup.
--------
Uang akay masih belum ada waktu tinggal 1 Minggu.  Akay masih bingung untuk medapatkan biaya.

“Tang, temani aku ke ruang dosen ya”
“Ada apa kay ?”

“ ikut saja, aku juga bingung.  Tadi aku disuruh menghadap?”

“jangan-jangan karena kamu absen gara-gara jualan ayam ?”

“sttt.  ayo temani aku”

30 menit kemudian

“ Aku jadi magang tang.  Aku diterima tang. Diterima” (akay keluar sambil memegang kertas)

“ Kamu kenapa kay.  Diterima apa ?”

“ Aku diterima magang dan langsung dikontrak tang”

“ Selamat kay.  Ayo kita duduk dulu dipohon itu.  Coba ceritakan supaya aku paham”

“ iya ”.

Kami berjalan menuju pohon dan membeli minuman.
“ayo cerita dulu kay”

“oke, dengar ya.  Aku kemaren binggu tang.  Tidak ada biaya untuk magang dan uang yang tersisa tidak banyak.  Aku menelfon orang tua uang  juga tidak ada.  Tanpa sengaja aku melihat brosur penerimaan beasiswa magang.  Beasiswa ini gratis mualai dari makan, transportasi dan diberikan beasiswa.  Setelah tamat langsung bekerja disana.  Persyaratan adalah ikut test.  Aku ikut test itu, tapi aku merasa itu tidak akan mungkin berhasil karena pesaingnya ketat.”

“tapi kenyataan kamu lulus kay, kami hebat kay”

“ itu sepertinya bukan kerena kemampuanku tang”

“ Terus apa kay ?”

“Sedekah ku”

“ Sedekah ?”

“ Iya. Sewaktu aku menjual ayam, aku melihat seorang ibu mendorong motornya sendiri dengan anak kecil diatas motor.  Aku heran tang, kenapa tidak diperbaiki padahal bengkel sudah dia lewati.  Ternyata ibu itu tidak punya uang untuk menganti rantai motor yang rusak jadi mendorong motor sampai rumahnya kira-kira 7 km.  Aku membantu mendorong dan memberikan uang.  Aku berlalu dan tersenyum, ibu itu terus minta terimaksih dan berdo’an untuk ku”
---#---
Sedikit cerita dari sahabat tentang indahnya berbagi.  Semoga kisah diatas bisa memberikan manfaat.
Jangan Takut berbagi sobat banyak manfaat yang tersembunyi

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Senin, 04 September 2017

contoh proposal PHBD lolos 2016

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Salam sukses untuk rekan-rekan.
Hidup Mahasiswa.

Allhamdulilah ini adalah proposal yang dilaksanakan pada tahun 2016

Pengalaman yang akan bagi kepada teman semua.  PHBD program yang digulirkan oleh DIKTI kepada oraganisasi mahasiswa untuk ikut mengembangkan pegabdian kepada masyarakat.

Silahkan download di :
1. Proposal PHBD
2. Poster PHBD
3. Leflet hal 1
4. Leflet hal 2
5. Presentasi
6. Laporan Akhir
7. Dokumentasi PHBD
8. Video Pelaksanaan
9. Lain-lain

Jika teman ada pertanyaan silahkan kunjungi FB ana, atau kirim email.

Jumat, 21 Juli 2017

Kecelakaan

    Aku meraskan tubuhku tergincang lagi, aku merasa semua tubuhku diperiksa.  Aku mendengarkan kata-kata yang sama, menanyakan namaku
"Siapa namanya dek" aku masih terdiam, sehingga pertanyaan itu kudengar untuk yang ketigakalinya, aku menjawab "ilham".

     Celanaku disobek, luka ku diberikan obat yang tak aku mengerti.  wajah ku ditutup kain berwarna putih.  Aku merasa mata ku disuntik, sangat sakit sekali.  Mata ini rasanya dijahit
entah berapa jahitanya, yang aku rasakan adalah perih.  Plaster langsung di tempelkan diwajah ku.  Tanggan kanan ku disuntik dengan sebuah cairan yang tak aku mengerti.
Ustad ku masih terus disamping ku.  Om jon-istri tante ku- telah berada disampingku.  Teman-teman pengajian ku telah sibuk mengurus
administrasi rumah sakit.  Aku hanya terbaring lemah tak tahu apa yang harus kulakukan.

    Ibuku datang dengan derai air mata.  aku takut kenapa ibuku harus menangis.  Aku hanya berusaha tersenyum dan tertawa untuk
sekedar menghibur orang tuaku.  Teman-teman ku datang yang kulihat adalah elin-teman sekalasku, yang berasal dari Pasaman-,
boni-teman sekelasku, berasal dari mungka-, hendri-teman sekelasku, asal halaban yang ikut bersama jualan ayam-. mereka tampak heran,
aku berusaha tersenyum dan duduk, walaupun sangat sakit sekali.  aku takut orang tuaku khawatir akan keadaan ku.  Senyum adalah hal ku lakukan
untuk membuat mereka merasa bahwa aku baik-baik saja.
   
    Satu jam begitu sangat singkat, dokternya mengecek tanggan kanan ku yang telah disuntuk.  "apa ini gatal-gatal""tidak pak"
"syukurlah".  Aku mendengarkan salah satu teman ku bertanya "untuk apa disuntik, pak""untuk mencegah adanya tetanus".  Aku baru tahu
bahwa suntik itu untuk mengecek kondisi dari infeksi yang terjadi.

    Aku sudah dibolehkan pulang.  Jangankan untuk berjalan, untuk duduk adalah sesuatu yang sulit ku lakukan saat ini.  Senyum itulah
yang bisa kulakukan untuk menghibur orang tuaku dan memangkas kekhawatiran sahabatku.  Aku berjalan seperti tertatih-tatih.  Badanku ditopang oleh
malaikat ku-ibuku tercinta-.  Aku melihat 2 kakak kelasku -kak zilva dan temanya- memandang iba dengan kondisiku, aku senyum dan mengatakan "aman kak, cuma terjatuh biasa".
"maaf kakak ilham, gara-gara mau menjual ayam kakak jadi seperti ini""sudah takdir kak, ilham pulang dulu kakak".  Aku sudah sampai di mobil om jon.  Mobil itu melaju kencang
menuju rumah nenek ku. 

    Sudah menjadi tradisikeluarga, masalah sebesar apapun harus dibawah kerumah nenek dulu satu malam, baru besok boleh kembali kerumah.  Mungkin cara ini untuk meringankan
beban ibuku yang telah menjadi super women, wanita satu-satunya dirumah.  Kami tinggal berempat Ayah, adik laki-laki-Khalis-, ibu dan aku. 

    Aku merasa sangat perih sekali pada pelipis mata sebelah kanan dan disekitar wajah.  Aku berusaha melihat cermin ternyata wajahku terdapat luka pada bagian mata bawah
dan pada bagian mulut sebelah samping.  Jangankan untuk makan, untu mengunyahpun sangat susah ditambah rasa ngilu yang diakibat jatuh menipa gigi atasku.  kakek ku memberi saran
"gigitlah sekuat tenaga, kain handuk basah setiap hari agar posisi gigi kembali normal" aku mengiyakan sarannya.

    Aku masih istirahat salam 1 minggu.  Setelah itu aku berangkat ke PT. Jamika Raya untuk magang PKPM 1 disana selama 1,5 bulan.  Pengalaman yang tak terlupakan.
Aku hanya bisa berbagi dengan bahasa seperti ini banyak pelajaran yang bisa diambi.  Bersyukur, fokus, bersyukur, Pndai membagi waktu, jangan memaksakan diri,
nilailah teman saat kesusahan, bahwa sejelek apapun dirimu masih ada orang yang sayang pada mu-ibu-, selalu ingat Allah Azza Wajalla, lakukan yang terbaik dan ingat kita hanya
hidup sementara.

Kecelakaan

    Aku meraskan tubuhku tergincang lagi, aku merasa semua tubuhku diperiksa.  Aku mendengarkan kata-kata yang sama, menanyakan namaku
"Siapa namanya dek" aku masih terdiam, sehingga pertanyaan itu kudengar untuk yang ketigakalinya, aku menjawab "ilham".

     Celanaku disobek, luka ku diberikan obat yang tak aku mengerti.  wajah ku ditutup kain berwarna putih.  Aku merasa mata ku disuntik, sangat sakit sekali.  Mata ini rasanya dijahit
entah berapa jahitanya, yang aku rasakan adalah perih.  Plaster langsung di tempelkan diwajah ku.  Tanggan kanan ku disuntik dengan sebuah cairan yang tak aku mengerti.
Ustad ku masih terus disamping ku.  Om jon-istri tante ku- telah berada disampingku.  Teman-teman pengajian ku telah sibuk mengurus
administrasi rumah sakit.  Aku hanya terbaring lemah tak tahu apa yang harus kulakukan.

    Ibuku datang dengan derai air mata.  aku takut kenapa ibuku harus menangis.  Aku hanya berusaha tersenyum dan tertawa untuk
sekedar menghibur orang tuaku.  Teman-teman ku datang yang kulihat adalah elin-teman sekalasku, yang berasal dari Pasaman-,
boni-teman sekelasku, berasal dari mungka-, hendri-teman sekelasku, asal halaban yang ikut bersama jualan ayam-. mereka tampak heran,
aku berusaha tersenyum dan duduk, walaupun sangat sakit sekali.  aku takut orang tuaku khawatir akan keadaan ku.  Senyum adalah hal ku lakukan
untuk membuat mereka merasa bahwa aku baik-baik saja.
   
    Satu jam begitu sangat singkat, dokternya mengecek tanggan kanan ku yang telah disuntuk.  "apa ini gatal-gatal""tidak pak"
"syukurlah".  Aku mendengarkan salah satu teman ku bertanya "untuk apa disuntik, pak""untuk mencegah adanya tetanus".  Aku baru tahu
bahwa suntik itu untuk mengecek kondisi dari infeksi yang terjadi.

    Aku sudah dibolehkan pulang.  Jangankan untuk berjalan, untuk duduk adalah sesuatu yang sulit ku lakukan saat ini.  Senyum itulah
yang bisa kulakukan untuk menghibur orang tuaku dan memangkas kekhawatiran sahabatku.  Aku berjalan seperti tertatih-tatih.  Badanku ditopang oleh
malaikat ku-ibuku tercinta-.  Aku melihat 2 kakak kelasku -kak zilva dan temanya- memandang iba dengan kondisiku, aku senyum dan mengatakan "aman kak, cuma terjatuh biasa".
"maaf kakak ilham, gara-gara mau menjual ayam kakak jadi seperti ini""sudah takdir kak, ilham pulang dulu kakak".  Aku sudah sampai di mobil om jon.  Mobil itu melaju kencang
menuju rumah nenek ku. 

    Sudah menjadi tradisikeluarga, masalah sebesar apapun harus dibawah kerumah nenek dulu satu malam, baru besok boleh kembali kerumah.  Mungkin cara ini untuk meringankan
beban ibuku yang telah menjadi super women, wanita satu-satunya dirumah.  Kami tinggal berempat Ayah, adik laki-laki-Khalis-, ibu dan aku. 

    Aku merasa sangat perih sekali pada pelipis mata sebelah kanan dan disekitar wajah.  Aku berusaha melihat cermin ternyata wajahku terdapat luka pada bagian mata bawah
dan pada bagian mulut sebelah samping.  Jangankan untuk makan, untu mengunyahpun sangat susah ditambah rasa ngilu yang diakibat jatuh menipa gigi atasku.  kakek ku memberi saran
"gigitlah sekuat tenaga, kain handuk basah setiap hari agar posisi gigi kembali normal" aku mengiyakan sarannya.

    Aku masih istirahat salam 1 minggu.  Setelah itu aku berangkat ke PT. Jamika Raya untuk magang PKPM 1 disana selama 1,5 bulan.  Pengalaman yang tak terlupakan.
Aku hanya bisa berbagi dengan bahasa seperti ini banyak pelajaran yang bisa diambi.  Bersyukur, fokus, bersyukur, Pndai membagi waktu, jangan memaksakan diri,
nilailah teman saat kesusahan, bahwa sejelek apapun dirimu masih ada orang yang sayang pada mu-ibu-, selalu ingat Allah Azza Wajalla, lakukan yang terbaik dan ingat kita hanya
hidup sementara.